Posted on

Suami Sudah Lama Mati

fondos_emo_t0v0x-edit1

Suami saya sudah lama mati

Mungkin tulangnya tidak tersisa di kubur sana

Cacing-cacing memakan habis raganya

Suami saya mati sendirian

Tidak mengajak saya meski belum tentu juga saya mau

Dia diam saja lalu mati pada suatu hari

Tadinya saya sempat berpikir untuk menyusul

Tapi tidak jadi,

Anak-anak menangis tidak berhenti

Ya begitulah suami saya sudah lama mati

Dia tidak perlu mengeluh karena kulit mulai keriput,

Rambut mulai memutih,

Atau saat harus memakai gigi palsu

Dia juga tidak perlu ikut pusing memikirkan beras di rumah yang semakin menipis

Ya karena suami saya sudah lama mati

Malahan dia mati sendirian

About deojha

aku bukan pribadi yang menarik...

4 Responses to Suami Sudah Lama Mati

  1. hesra

    bagus…aku suka realitas dalam tulisan ini. mengena…

    apa kabar De? aku menyapamu…

  2. deojha ⋅

    hesra: iya, tiba2 inget perasaan ibuku waktu bapakku meninggal…
    kabar baik bu… dirimu sendiri apa kabar?

  3. ipi

    bagus..dalem bgt tuh kata
    nyindiiiirrr abis buat para suami yg tdk bertanggungjwb!!!

  4. deojha ⋅

    ipi: pdhl waktu buat saya teringat alm bapak saya… hehehe… bpk saya suami yg baik lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s