Kepada bapak,
Kuminta agar tak usah lagi berenang menyeberang laut mencari ibu
Tak usah lagi mendayung melintas pulau untuk berkata-kata tentang cinta
Kepada bapak,
Kuminta agar tak lagi bermimpi tentang punggung ibu di suatu malam
Tak usah lagi mengenang pesta pernikahan ala jawa dan kemudian tertinggalkan
Kepada bapak,
Kuminta agar hanya meyakini bahwa aku adalah anakmu dan ibu
Dan bukan benang merah yang kau jadikan alsan untuk mencari ibu
Karena kepada bapak,
Kubunuh hati dan pikiran agar tak lagi mengingat tentang di mana dan bagaimana bapak sekarang
Kumati rasakan mimpi-mimpi rindu ketika seorang anak kecil berubah menjadi remaja dan dewasa
Karena kepada bapak saja,
Aku pernah berharap untuk tidak terlahir dari senggama antara laki-laki dan perempuan
Juga bercita-cita untuk tidak menjadi anak dari seorang laki-laki
Kepada bapak,
Aku kini perempuan dewasa
Lebih tua umurku sekarang ketimbang saat ibu kau kawini
Sebab itu pula aku sanggup datang kehadapanmu,
Menusuk jantung dan merobeknya
Mengambil apa yang selama ini berdetak secepat pengkhianatanmu pada ibu
Membawa dan mempersembahkannya pada ibu,
Meski tak bisa kujamin ibu akan memberikan maaf
Deojha’s
9 April 2009